Kejaiban Silaturahim
Rabu, 21 Agustus 2013
0
komentar
Oleh:
Hasrat
Efendi Samosir,MA
“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan
rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah
bertakwa kepada Allah dan menyambung silahturahim.” (HR. Imam
Bazar, Imam Hakim)
Makna
Silahturahim
Istilah silaturahim di tengah-tengah
masyarakat kita sering diartikan sebagai kegiatan kunjung-mengunjungi dan saling bertegur sapa. Namun, sesungguhnya bukan itu saja
makna silaturahim. Abu Thayyib mengartikan silaturahim sebagai ungkapan tentang berbuat
baik kepada kerabat, orang yang memiliki hubungan nasab dan perkawinan; saling
berbelas kasihan dan bersikap lembut kepada mereka, mengatur dan memelihara
kondisi mereka, meski mereka jauh atau berbuat buruk. Memutus silaturahim berlawanan dengan
semua itu.
Ibn Abi Hamzah berkata, "Silaturahim bisa dilakukan
dengan harta, menolong untuk memenuhi keperluan, menghilangkan kemudaratan, muka
berseri-seri, dan doa."
Tentang Menjaga dan Menghubungkan Tali Silahturahim
Rasulullah
SAW berpesan kepada umatnya untuk menjaga silaturahim. Tentang siapa yang
termasuk orang yang menyambung silaturahim, Rasul saw. pernah
bersabda:
«لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِىءِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِيْ إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا»
“Orang yang menghubungkan
silaturahim bukanlah orang yang membalas
hubungan baik. Akan tetapi, orang yang menghubungkan silaturahim adalah orang
yang ketika kekerabatannya diputus, ia menghubungkannya”. (HR al-Bukhari).
Menyambung atau menghubungkan silaturahim adalah jika
hubungan kerabat diputus, lalu dihubungkan kembali. Orang yang melakukannya
berarti telah menghubungkan silaturahim. Adapun jika kerabat seseorang
menghubunginya, lalu ia menghubungi mereka, hal itu adalah balas membalas;
termasuk aktivitas saling menjaga silaturahim, bukan menyambung silaturahmi.
Keajaiban
Silahturahim
Ada banyak kelebihan atau
manfaat yang akan diperoleh bagi orang yang senantiasa menjaga dan
menghubungkan tali silahturahim, antara lain:
1). Memakmurkan dan melindungi suatu kaum.
Allah akan memakmurkan dan melindungi suatu kaum selama kaum tersebut
melanggengkan hubungan silahturahim diantara mereka. Silahturahim di dalam
al-Qur`an tersirat dalam pengertian Hablum min annas (hubungan
kekerabatan antara sesama manusia).
Firman-Nya dalam Q, S. Ali Imran:112;
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا۟ إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰـهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰـهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايٰتِ اللّٰـهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Artinya :
2). Memberi pengaruh kebaikan.
Sabda Rasul: “Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling
cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? ‘Sesuatu yang paling cepat
mendatangkan kebaikan, adalah balasan
(pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahim,
sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan)
bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR
Ibnu Majah).
3). Silahturahim akan mengantarkan pelakunya masuk
surga.
Oleh karena itu, menyambung dan menjaga silahturahim hukumnya wajib, dan memutuskannya adalah haram.
Oleh karena itu, menyambung dan menjaga silahturahim hukumnya wajib, dan memutuskannya adalah haram.
Rasul saw. bersabda:
«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ»
“Tidak akan masuk
surga orang yang memutus hubungan kekerabatan (ar-rahim)”. (HR al-Bukhari dan
Muslim).
4). Mengurangi
Derita, Melapangkan Rezeki
Silaturahmi itu adalah
aktivitas hati dan fisik, maka rezeki bisa datang dengan berbagai cara.
Pertemuan dengan sudara bisa mendatangkan peluang, baik
peluang kerja maupun peluang bisnis. Namun kita jangan membatasinya hanya itu
saja, sebab Allah memiliki
wewenang memberikan rezeki kepada hamba-Nya dari arah yang tidak
disangka-sangka. Kapan dan seberapa besarnya, itu adalah hak Allah yang
menentukan. Allah Mahatahu, seberapa banyak dan kapan waktu yang terbaik bagi
kita. Bersabarlah, rezeki itu
akan datang, tetaplah bersilaturahim karena Allah tidak mungkin menyalahi
janji-Nya.
Banyak
lagi hal-hal positif dan berdampak kebaikan dunia dan akhirat yang dapat kita
raih dengan silahturahim, namun sayang tidaklah dapat kita ungkap
keseluruhannya dalam kolom yang ringkas ini. Semoga bermanfaat!
وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى الْقُرْبَىٰ وَالْمَسٰكِينَ وَالْمُهٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ اللّٰـهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللّٰـهُ لَكُمْ ۗ وَاللّٰـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : Dan
janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara
kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum
kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah
pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang,
(Q.S An Nuur : 22)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kejaiban Silaturahim
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://keluargahanifa.blogspot.com/2013/08/kejaiban-silaturahim.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Posting Komentar