Blogger Widget
Assalamualaikum,,,Selamat Datang di Keluarga Hanifa

Terperosok dalam perbuatan syrik

Posted by Unknown Rabu, 22 Mei 2013 0 komentar
Bagikan Artikel Ini :


Pertanyaan : 
Tahun lalu saya mengalami kecelakaan yang membuat tangan saya patah hingga remuk seperti tidak bertulang lagi. Saya bawa berobat ke pengobatan patah tulang yang terkenal di kota saya. Pada kali ketiga kedatangan saya, ahli pengobatan patah tulang itu berpesan bila seandainya nanti malam tangan saya bergerak-gerak sendiri, saya disarankannya tidak perlu takut, sebab itu berarti pengobatan sedang berlangsung. Untuk beberapa malam saya mengalami hal seperti yang dijelaskan oleh ahli pengobatan patah tulang tersebut hingga saya sembuh. Sekarang saya baru menyadari  bahwa pengobatan tersebut mendapat bantuan  makhluk halus yang terlarang dalam Islam. Pertanyaan saya: bagaimana saya bertaubat? Apakah taubat dari perbuatan syirik diterima Allah?.

 
 Jawaban: 
Beberapa hal yang dapat kami jelaskan disini adalah sebagai berikut:

1. Memberi pengampunan atau tidak sepenuhnya adalah hak preogratif Allah.

2. Dosa-dosa yang kita lakukan karena kita mengetahui tentang hal tersebut namun tetap kita langgar, tentu berbeda dengan dosa-dosa yang kita lakukan sebab kita  belum memiliki ilmu tentang hal itu sebelumnya.

3. Di dalam al-Qur`an, Surat az-Zumar: 53-54 Allah berfirman agar kita jangan berputus asa sebab Allah Maha mengampuni dosa seluruhnya.  Ayat 54 bahkan menegaskan untuk kita bertaubat dan kembali ke jalan Tuhan serta memasrahkan diri pada-Nya.

      

Adapun  Surat an-Nisa: 48 dimana Allah menjelaskan bahwa IA tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selainnya. Dan hadis Dari Ibnu Mas'ud radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:      
مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ


"Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah, pasti ia masuk ke dalam neraka." (HR. al Bukhari).


Penjelasan tentang mafhum Mukhalafah (pemahaman kebalikan) hadis di atas adalah: Jika seseorang mati dalam keadaan  menyembah Allah (tidak sedang Musyrik) maka pasti ia tidak masuk ke dalam neraka. Hal ini  diperkuat secara kajian  ilmu bahasa Arab, yaitu fi`il mudhari` (kata kerja) pada ayat maupun hadis (Yaghfiru, yusyraka bihi, dan yad`u) menunjukkan bahwa jika perbuatan tersebut sedang berlangsung. Artinya selagi kesyirikan terus dilakukan sampai hari kematian, maka pengampunan tidak akan didapatkan. Kebalikannya: Jikalau perbuatan itu dihentikan dengan taubat sebelum akhir  hayat, kemudian ia wafat, maka siapakah yang berhak mengampuni dosa selain Allah? Tugas kita selagi nyawa belum sampai di kerongkongan adalah berjuang untuk memperbaharui iman sampai kita diwafatkan dalam keadaan muslim. Amin… Wallaahu a`lamu bis as-shawaab!.



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Terperosok dalam perbuatan syrik
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://keluargahanifa.blogspot.com/2013/05/terperosok-dalam-perbuatan-syirik_22.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar