Blogger Widget
Assalamualaikum,,,Selamat Datang di Keluarga Hanifa

Bersihkan aqidah kita dari kesyirikan

Posted by Unknown Selasa, 14 Mei 2013 0 komentar
Bagikan Artikel Ini :
Oleh: Ina Zainah Nasution, S.Sos.I

   
Syirik dalam kitab al-Qur`an dijelaskan sebagai dosa yang tidak terampunkan. Terkadang malah ada sebagian muslim terjebak dalam praktek-praktek kesyirikan namun mereka tidak menyadarinya dan menganggap perbuatannya baik (benar atau dibenarkan).  
Kata Syirik sendiri berasal dari akar kata Syaraka yang berarti teman atau sekutu. Syirik secara istilah berarti menduakan Tuhan(menjadikan sekutu bagi-Nya)  baik dalam penyembahan (Uluhiyyah) maupun dalam hal penciptaan (Rububiyyah). 

1. Syirik secara Uluhiyyah ialah : menjadikan sembahan-sembahan selain Allah, baik karena pengagungan maupun karena rasa cinta yang berlebihan seperti :

a)Menyembah matahari, memuja laut, mengagungkan gunung (takut pada kemurkaan      gunung berapi hingga disembah dengan memberinya saji-sajian), memuja kuburan,tempat-tempat yang dikeramatkan, pohon besar, batu besar, tikungan maut, jembatan angker, rel kereta pembawa maut, rumah tua berpenghuni atau sungai yang dianggap meminta tumbal setiap tahun.
b)Menyembah Binatang seperti Gajah, Sapi, Ular      dan sebagainya
 c)Menyembah orang-orang suci atau yang dianggap wali. Berawal dari rasa penghormatan yang tinggi, pengidolaan dan pengagungan yang berlebihan sehingga akhirnya membuat patungnya, mengkeramatkan fotonya, menjadikan benda-benda yang pernah dimiliki orang tersebut sebagai barang yang keramat dan suci, menjadikan wujudnya dalam bentuk prasasti atau buah karyanya ditempatkan dalam posisi tinggi.


  d)Dalam pengertian ini pula, mencintai atau menggilai dunia secara berlebihan hingga melalaikan Zat penciptanya juga dapat digolongkan sebagai kesyirikan.


 e)Dalam pengertian ini pula, sifat sombong sebagai wujud pengagungan terhadap diri secara berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang jatuh dalam kesyirikan, misalnya: merasa dengan ilmunya atau teknologinya ia dapat mengatur turunnya hujan, mengklaim bahwa dengan mengkloning hewan misalnya, ia telah menandingi atau bahkan sama dengan ciptaan sesungguhnya dan lain sebagainya. Fir`aun  mengaku Tuhan karena merasa sombong dengan kekuasaannya sehingga menurutnya ia dapat menentukan membunuh siapa saja atau membiarkan hidup orang-orang yang diinginkannya (tentu ini tidak sama dengan pengertian Allah yang Memberi Kehidupan dan mematikan).  Terkadang sering pula muncul dari lisan kita ungkapan-ungkapan yang berbau kesyirikan misal: “untung ada aku”, atau “kalau tidak ada aku, mana bisa anda seperti sekarang ini”, kalau tidak ada saya, tidak bisa jalan roda organisasi sampai seperti sekarang ini” dan sebagainya.

    2. Syirik secara Rububiyyah adalah meyakini adanya pencipta, penyelaras, pemelihara, penjaga dan penguasa selain Allah. Misal:


a) Syirik secara penciptaan: pengakuan ada yang mencipta selain Allah seperti pada kloning hewan, bayi tabung dan pengaturan hujan.


b) Syirik secara penjagaan : memberi azimat  pada bayi, tangkal pada rumah, mantra-mantra penjagaan dalam berusaha atau pada tempat dagang.
c) Syirik secara pemeliharaan : meminta keluasan rizki pada selain Allah; pesugihan, meminta sembuh melalui perobatan yang bekerjasama dengan bantuan setan atau jin. ( walaupun yang memberi pengobatan adalah orang yang dianggap alim dan mengatakan bahwa yang membantu adalah  jin Islam, atau bahkan keyakinan kita sendiri yang terlalu bergantung bahwa Kyai A dapat menyembuhkan resah jiwa,  sakit hati dan lain sebagainya maka  inipun sudah menyebabkan aqidah kita tercemar).   


d) Syirik secara kekuasaan: meyakini  ada yang berkuasa pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian dalam hidup kita selain Allah, seperti: minta jodoh lewat dukun/paranormal, minta keturunan lewat sentuhan tangan orang suci, minta jabatan, kelanggengan dalam pernikahan, sampai memperbesar alat vital, totok aura yang mengandung kerjasama dengan kekuatan makhluk gaib. Termasuk dalam pengertian ini adalah meyakini tanda atau gejala alam sebagai pemberi celaka atau penyelamat pada diri kita seperti keyakinan akan angka 13 sebagai angka sial, patukan ular, kehadiran Burung Perenjak, kupu-kupu datang, gigi yang tanggal pertanda kematian, gentong air mandi mayat yang tidak disimpan penyebab akan ada kematian berikutnya dalam keluarga tersebut dan lain-lain.



Syirik dapat pula digolongkan berdasarkan sumbernya dalam diri kepada 3 yaitu:
1.       Syirik secara pemikiran/keyakinan
2.       Syirik dalam tindakan (perbuatan)
3.       Syirik dalam ucapan

1. Syirik dalam pemikiran atau keyakinan ialah meyakini bahwa ada yang berkuasa,mencipta, menyelaras dan memelihara alam selain Allah. Orang-orang pintar, ilmuwan yang terlalu mengagungkan keilmuannya sedang ia jauh dari pondasi agama (baca: Islam) dapat terjebak dengan pemikiran-pemikiran seperti ini, misalnya yakin bahwa manusia berasal dari Kera, hujan dapat didatangkan  atau diatur dengan hanya menabur garam-garam kimia di udara. Ahli-ahli ekonomi, dan matematika yang sangat yakin dengan kepastian angka-angka sehingga menafikan campur tangan Allah dalam peristiwa kehidupan dapat pula digolongkan pada kelompok ini.

2. Syirik dalam tindakan atau perbuatan. Setiap tindakannya menggambarkan bahwa ia bergantung, meminta kepada selain Allah, walaupun dalam ucapannya ia selalu berkata  bahwa ia memasrahkan urusannya kepada Allah. Contohnya: mendatangi paranormal, dukun, guru spiritual, kyai, ajengan, tabib untuk minta sehat, minta jodoh, minta kaya, minta jabatan, minta pelaris, minta pemanis dan lain sebagainya.  Anak yang terlalu bergantung kepada orang tua meskipun ia telah dewasa bahkan sampai ia berkeluarga masih terus mengharap bantuan orang tua sementara ia bermalas malasan dalam hal mencari nafkah dapat dikategorikan sebagai orang  yang lemah  atau bahkan cacat aqidahnya  karena bergantung pada orang lain.(Sebab orang beriman senantiasa semangat berjuang untuk urusan dunia dan akhirat). Murid yang berwasilah (ada perantara) dalam doa-doanya kepada guru-guru yang dianggapnya lebih makbul doanya, juga dapat digolongkan dalam kelompok kedua ini. 

3. Syirik dalam ucapan;  mungkin tidak sampai pada keyakinannya tapi terlontar dari lisannya ungkapan-ungkapan yang mengarah atau nyerempet-nyerempet pada kesyirikan. Misal: “ saya yang sudah membuat dia jadi begini (berhasil)!”. “Saya berobat ke dokter A, sembuh. Banyak orang yang sembuh sama dia, coba saja”. Kalau tidak ada saya, mana mungkin semua bisa jadi seperti sekarang ini (makmur dan sejahtera).  “Kalau saya tidak jumpa sama dia, mungkin saya sekarang ini sudah mati”. “ Dia mati dibuat dukun itu! ”.
 
 
BIBIT-BIBIT KESYIRIKAN


          Kesyirikan dapat berawal dari:


  1. Sikap mengagungkan sesuatu secara berlebihanPengagungan yang berlebihan baik kepada diri contohnya seperti Fir`aun, maupun pengagungan kepada wali-wali  atau orang-orang alim secara berlebihan merupakan awal seseorang jatuh ke dalam bencana kesyirikan. Sejarah telah menuliskan pada kabilah-kabilah  Nabi Nuh, ada  orang-orang alim dan salih yang begitu sangat dipuja dan dihormati. Mereka antara lain bernama Yaghuts, Ya`uq, Wadd, Suwa`dan Nasr, (Q.S.Nuh: 23). Setelah mereka wafat, penduduk mengukir patung mereka yang akhirnya malah dipuja oleh masyarakat



  1. Rasa cinta yang “KEBANGETAN”. Rasa cinta yang membuat orang sampai tergila-gila juga dapat menjadi bibit kesyirikan, seperti :
· Terlalu cinta kepada suami atau istri sehingga menomor duakan Allah, baik secara ketaatan dan pengorbanan.

· Tergila-gila  kepada  Barang atau kekayaan melebihi rasa cinta kepada Allah, sehingga waktunya dilalaikan oleh barang atau benda yang disayanginya tersebut.

· Terlalu cinta pada pangkat/kedudukan sehingga menomor duakan perintah dan larangan Allah.

  1. Ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat diredam.Ketakutan yang berlebihan bahkan juga bisa menjerumuskan seorang hamba ke dalam kesyirikan. Takut hantu akhirnya pasang tangkal, takut miskin akhirnya pesugihan, takut gak laku jodoh akhirnya minta susuk dll.  

Karena sulitnya selamat dari perbuatan syirik kecuali orang yang ditolong Allah untuk menjauhinya. Abu Bakar al Shiddiq mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyampaikan, “Wahai Rasulullah, bagaimana kita bisa selamat darinya padahal ia lebih lembut daripada semut yang kecil?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: "Maukah aku ajarkan kepadamu satu kalimat (doa), jika engkau membacanya pasti selamat dari syirik yang samar maupun yang jelas? Ucapkanlah : 


اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ



"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad, al Thabrani dan lainnya. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib. Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa: 2/158, menyebutkannya dari Abi Hatim dalam shahihnya)


Wa Allahu a`lamu bis shawab! (14 Mei2013)




TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Bersihkan aqidah kita dari kesyirikan
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://keluargahanifa.blogspot.com/2013/05/bersihkan-aqidah-dari-kesyirikan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar