Assalamualaikum,,,Selamat Datang di Keluarga Hanifa

Istighfar jalan menuju kesenangan hidup

Posted by Unknown Minggu, 26 Mei 2013 0 komentar



 عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قَال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا ، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا ، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ) رواه أبو داود (1518) وابن ماجه (3819) ، وأحمد في "المسند" (1/248) ، والطبراني في "المعجم الأوسط" (6/240)، والبيهقي في "السنن الكبرى" (3/351) ، وغيرهم



"Dari Ibnu Abbas (semoga Allah meridai keduanya), Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membiasakan istighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan, dan memberi rezeki tanpa diduga olehnya." (Hadist riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan lain-lain)."



1.Manusia itu sering membuat kesalahan dan melakukan dosa terhadap Tuhannya. Oleh itu mereka perlu beristighfar dan bertaubat supaya mendapat keampunan daripada Allah SWT.
2.Seseorang manusia yang lazim beristighfar dan bertaubat akan berada dalam keredhaan Allah SWT dan akan memperoleh kemakmuran hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
3.Pada peringkat masyarakat pula, istighfar adalah faktor penawar daripada kemurkaan Allah. Dengan beristighfar dan bertaubat, kedua-duanya akan menjadi faktor pembawa kemakmuran dalam kehidupan manusia. 




Baca Selengkapnya ....

Tahapan pendidikan anak

Posted by Unknown 0 komentar

“Didiklah anakmu dalam tiga tahap,tujuh tahun pertama ajaklah dia sambil bermain, tujuh tahun kedua ajaklah dia untuk disiplin, tujuh tahun ketiga ajaklah dia sebagai teman”(HR. Baihaqi)



Baca Selengkapnya ....

Doa mohon berlindung dari kesyirikan

Posted by Unknown 0 komentar



اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.


(HR. Ahmad, al Thabrani dan lainnya. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib. Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa: 2/158, menyebutkannya dari Abi Hatim dalam shahihnya)
 

 

Baca Selengkapnya ....

Doa mohon perbaikan semua urusan, agama, dunia dan akhirat

Posted by Unknown 0 komentar




اَللّهُمَّ اَصْلِحْ لِى دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَاَصْلِحْ لِى دُنْيَايَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى
 وَاَصْلِحْ لِى اَخِرَتِى الَّتِى فِيْهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah ! Perbaikilah urusan agamaku yang merupakan pokok segala urusanku. Perbaikilah duniaku yang disitu penghidupanku. Perbaikilah akhiratku yang disitu tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai penambah segala kebaikan untukku dan Jadikanlah kematianku sebagai pemberhentian segala kejahatan.”

Baca Selengkapnya ....

Ketauhidan sebagai fitrah dasar manusia

Posted by Unknown 0 komentar


Oleh: Ina Zainah Nasution, S.Sos.I

Oleh Ina Zainah Nst, S.Sos.I
Oleh: Ina Zainah Nasution, S.Sos.I
Oleh: Ina Zainah Nasution, S.Sos.I


Q.S. al-a`raf:172;

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",(Q.S.7:172)

A. Tafsir Ayat
Secara umum ayat 172 ini hendak menegaskan tentang penciptaan anak-cucu Adam dan persaksian mereka -secara individual- bahwa Allah SWT. adalah Tuhan yang sebenarnya. Maka dari Surat al-A‘raf ayat 172 tersebut dapat dipahami bahwa sejak dilahirkan, bani Adam (semua manusia tanpa kecuali) bukan tidak membawa apa-apa, bukan tidak berpotensi, bukan kosong sama sekali, melainkan telah memiliki kecendrungan dasar atau naluri bertuhan, bahkan telah mengikat perjanjian primordial dengan Allah SWT. Dengan demikian pada dasarnya semua manusia itu monoteis sebelum datangnya pengaruh dari luar yang membelokkannya.

Ayat ini juga menjelaskan dua sebab mengapa perjanjian dan persaksian dimaksud diambil Allah. 

Pertama, agar manusia di Hari Kiamat tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang yang lengah terhadap ini." Argumen ini ditujukkan terkait dengan pengakuan mereka yang tidak mendapatkan petunjuk tentang wujud dan keesaan Allah.. Nah, supaya tidak ada dalih semacam di atas, maka Allah mengambil kesaksian dalam arti memberikan kepada setiap individu potensi dan kemampuan untuk menyaksikan keesaan Allah. Bahkan, menciptakan mereka dalam keadaan memiliki fitrah dan pengakuan akan keesaan itu.

Kedua, agar tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami yang telah mempersekutukan Tuhan, kami hanya anak keturunan mereka. Atau dengan kata lain, "Kami sebenarnya hanya mengikut saja karena kami tidak mampu dan tidak mengetahui hakikat yang dituntut ini, apalagi orang tua kami-lah yang mengajar dan kami menerimanya seperti itu." Nah, untuk menolak alasan seperti ini, maka Allah mempersaksikan setiap individu sehingga ia dapat menolak siapa pun, walau orang tuanya sendiri, bila mereka mengajak kepada kedurhakaan dan persekutuan Allah.

Konteks yang hampir sama juga diisyaratkan oleh QS Al-Rum (30): 30 
 
Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Para ahli Tafsir sepakat bahwa yang dimaksud Fitrah Allah adalah ciptaan Allah; manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah karena pengaruh lingkungan. 

Rasulullah juga Pernah bersabda: “Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah/kesuciaan, hanya saja kedua orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Maka sejalan dengan al-Qur`an Surat al-A`raf : 172, pengertian ayat 30 dari Surat ar-Rum di atas juga menegaskan bahwa manusia terlahir dalam keadaan bernaluri ke-Tuhanan Yang Mahaesa (tauhid). al-Hafid Ibn Kasir mengatakan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adim bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan manusia dalam keadaan ma’rifat kepadaNya, mentauhidkanNya dan bahwasanya tidak ada tuhan selain Dia, sebagaimana firmanNya : “Dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : ‘Bukankah Aku ini Tuhamu ?’, mereka menjawab : Benar (Engkau tuhan kami)”.

Tidak ada perubahan bagi ciptaan Allah, bahwa semua manusia itu tanpa kecuali terlahir dalam keadaan fitri (bertauhid). Al-Hafid Ibn Kasir mengatakan : Ulama’ yang lain berpendapat mengenai ayat : La tabdila li khalqillah adalah kalam khabar yang mengandung arti, bahwa Allah SWT. menciptakan semua manusia (tanpa terkecuali) itu dalam keadaan fitri yang berasal dari benih yang baik (lurus), dan tak seorangpun dilahirkan  melainkan dalam keadaan seperti itu, dan ini tidak berbeda antara manusia yang satu dengan lainnya.

Referensi:
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta : 1989).
Imaduddin Ibn Kasir, Tafsir al-Qur’an al-‘Adim, Jilid I (Beirut : Dar al-Fikr, 1970).

Baca Selengkapnya ....

Keyakinan akan adanya Allah dalam membangun optimisme hidup

Posted by Unknown 0 komentar

Oleh:

Ina Zainah Nasution, S.Sos.I


A.    Sekelumit Kisah Tentang Ibu Hajar
Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk membawa keluarganya jauh dari Yerussalem. Berangkatlah Ibrahim dengan Siti Hajar dan si kecil Ismail yang masih dalam gendongan menyusuri padang pasir yang tandus di tengah terik matahari yang membakar gurun. Hingga sampailah mereka pada satu tempat yang tandus dan kering dikelilingi bukit-bukit terjal dan gersang tanpa tempat berteduh. Kiranya disini pulalah Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk meninggalkan Ismail yang masih kecil beserta ibundanya yang sedari tadi berjalan terseok-seok mengikuti langkah-langkah suaminya. Sebenarnya ia tidak menyangka bahwa di tempat yang sesunyi dan setandus inilah ia akan ditinggalkan sang suami. Tapi karena keyakinannya akan Allah dan Rasul-Nya diiringi keta’atan secara menyeluruh terhadap apa yang diyakininya disertai keridhaan untuk menerima segala konsekuensi hidup dari yang memberi kehidupan kepadanya. Ia yakin selagi Allah masih ada , ia tak akan pernah lupa dan lalai terhadap hamba-hamba-Nya yang menyeru kepada-Nya. Oleh karena itu keputusan Nabi Ibrahim suaminya untuk meninggalkan ia dan si buah hati Ismail di tengah belantara gurun yang gersang diterimanya dengan hati ikhlas dan tawakkal diiringi rasa optimis yang besar sebab ia yakin Allah tidak akan pernah menelantarkan hamba-Nya.

B.     Keyakinan Akan Adanya Allah
Mungkinkah Allah itu sesuatu yang tidak ada padahal bumi sudah terbentang dan langit menggantung di cakrawala? Laut yang diisi dengan berjenis-jenis ikan, bintang-bintang menghias malam, mungkinkah alam yang indah ini tidak berpencipta? Jawabnya adalah mustahil! Sejak zaman Plato sampai Robert Einsten menemukan atom, dari zaman Yunani kuno hingga sekarang, semua percaya bahwa Tuhan adalah sesuatu yang mutlak ADA! Secara akal dan logika saja kita meyakini bahwa alam tidak mungkin terjadi dengan sendirinya, pastilah ada pencipta alam dengan segenap isinya, Dialah Allah Tuhan penguasa jagad raya. Dalam ilmu Tauhid ini disebut Wajibul Wujud, yaitu yang Wujudnya mesti Ada dan tak masuk pada akal tidak adanya, baik dimasa lampau, dimasa kini, dan masa-masa yang akan datang (Nasaruddin Latif, t.th: 9). Ia selamanya Ada, berarti Ia tidak pernah Tidak Ada dan hanya Dialah yang bersifat dengan wajibul wujud tersebut.
Sebenarnya tidak hanya akan manusia yang menyatakan ke-wajib-Adaan Tuhan, tetapi juga nurani dan fitrah setiap insan merasa terpanggil untuk mengakui Adanya kekuatan dan kekuasaan di luar dirinya; itulah keberadaan Allah.
Maka, percaya akan adanya Allah dalam ilmu tauhid artinya meyakini dengan keyakinan yang teguh bahwa Allah itu ADA, Adanya tidak didahului oleh sesuatu, tidak berawal, tidak menyerupai satu makhluk pun di bumi, Ia berkehendak dan berkemauan, memiliki ilmu dan berkata-kata, dan Ia juga hidup dan berdiri sendiri (Adnan, 1993). Manakala kita meyakini adanya Allah dengan sepenuh hati maka wajarlah bagi kita untuk mengagungkan Allah dalam segala posisi kehidupan.

C.    Allah sebagai Prima Kausa Kehidupan
Sebab Allahlah maka segala sesuatu di alam ini menjadi ada (terwujud). Saat Ia menjadikan matahari dan bulan, malam dan siang pun datang, kehidupan pun mulai beredar. Ketika Ia menciptakan air maka muncullah kehidupan di samudera lepas lengkap dengan makhluk-makhluknya. Begitu juga saat ruh ditiupkan, dimulailah kehidupan insan di alam lengkap dengan segala fasilitas dan permasalahannya. Karena itulah Allah disebut sebagai “Penyebab Tunggal” (Prima Kausa) segala bentuk dan liku-liku kehidupan di alam; segala sesuatu akan terjadi karena-Nya dan sebab izin-Nya. Maka seorang mukmin yang meyakini adanya Allah adalah juga mukmin yang percaya bahwa segala sesuatu yang telah dan akan terjadi akan berjalan dan berlaku sesuai dengan kuasa dan izin-Nya dan tidak akan terjadi apa-apa yang tidak dikehendaki-Nya.
D.    Jiwa Optimis yang Dilandasi oleh Keyakinan Akan Adanya Allah
Keimanan yang benar menimbulkan kekuatan yang menjadi fondasi bagi “inner security and confidence” dalam diri insan yang beriman. Karenanya seorang mukmin yang memiliki keimanan akan adanya Allah secara benar akan memiliki kekuatan rohani dan kepercayaan yang teguh, serta “pegangan” yang tentu-tentu dalam hidup atau kehidupannya (Nasaruddin Latif, t.th: 14-15).
Hasan Basry menuliskan diantara beberapa pengaruh tauhid bagi kehidupan seseorang bahwa tauhid adalah sumber kekuatan jiwa dimana seorang mukmin yang bertauhid akan percaya diri dan bertawakkal kepada-Nya (1989 : 50). Abul ‘Ala Al Maududi dalam bukunya “Dasar-dasar Aqidah Islam” yang dikutip Hasan Basry menyatakan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan tauhid tidak menjadi murung dan patah hati dalam segala kondisi (1989 : 53). Ia yakin bahwa keberadaan Allah memiliki rahmat yang tidak terbatas dan kekuasaan yang tidak terhingga. Kepercayaan inilah yang menjadi hiburan dalam diri dan memberikan pengharapan dalam menghadapi berbagai rintangan hidup. Hasan Basry juga menambahkan bahwa hikmah tauhid adalah mewujudkan mujahadah (optimis) dan kesungguhan pada pribadi mukmin (1989 : 57). Kholdun Ibrahim Salamah menyimpulkan bahwa iman akan memberi bekas pada tingkah laku diantaranya cita-cita hidup, oleh sebab itu seorang mukmin tidak mengenal putus asa (1999 : 50). Analoginya mungkin dapat kita setarakan sebagai berikut: bila kita dekat dengan pak camat, haruskah kita takut dengan kepala desa? Jika kita berteman dengan kapolsek, kenapa harus takut dengan polisi dan bila kita dekat dengan Yang Memiliki Kehidupan, kenapa harus takut pada hidup!. Ibu Hajar telah membuktikannya.

REFERENSI
Basry, Hasan. Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik. Solo: Ramadhani, 1989.
Latif, H.S.M. Nasaruddin. Mengapa Kita Wajib Beragama. Bandung: Angkasa, t.th.
Lubis, H. Adnan. Bahan Pelajaran Ilmu Tauhid I. R. Prapat: Pesantren At-Thoyyibah Indonesia, 1990.
Salamah, Kholdun Ibrahim. Materi Kuliah Tsaqofah Islamiyah. Jakarta: Universitas Ibnu S’ud, 1999.

Baca Selengkapnya ....

Sekilas Rumah Fitrah

Posted by Unknown Jumat, 24 Mei 2013 1 komentar

 

            Rumah Fitrah
             AL - BAITUL HANIF
                 Celebrate and keep the Fitrah
                                                                        
                                         
 MENGENAL LEBIH DEKAT RUMAH FITRAH
AL-BAITUL HANIF

A. SEKILAS TENTANG RUMAH FITRAH

Rumah Fitrah al-Baitul Hanif adalah  sebuah Lembaga Swadaya Ummat yang sudah ada sejak 09 September 2012. Lembaga ini bergerak di bidang sosial, pendidikan dan dakwah. Walau belum berbadan hukum, namun dengan komitmen untuk menyambut dan memelihara kefitrahan (Celebrate and Keep the Fitrah), kami telah memulai kegiatan Taman Pendidikan al-Qur`an setiap sore dari mulai senin-Jum`at dan memiliki beberapa kegiatan  antara lain:
     -Pengajian keluarga muda pada setiap bulan.
     -Paket cantik (seken) bagi keluarga kurang mampu dalam menyambut buah hati.

Khusus divisi dakwah, saat ini memiliki 2 program unggulan yaitu:
-Buletin Keluarga Hanifa yang disebar di tiga pengajian ibu-ibu dan beberapa masjid secara gratis
     -Situs dakwah dengan alamat http//: keluargahanifa.blogspot.com

B. RUMAH IMAN

Rumah Fitrah al-Baitul Hanif adalah Rumah Iman. Rumah untuk menyambut dan memelihara fitrah ketauhidan dan ke-Islaman yang kita bawa sejak kita dilahirkan, sebab Rasulullah saw. senang dan berbangga dengan jumlah/bilangan ummatnya yang banyak.


C. VISI DAN MISI
Visi: Insan beriman yang istiqamah menjaga kebersihan akidahnya.
Misi: 
1). Menyambut dan merayakan kefitrahan yang datang.
2). Menjaga dan memelihara fitrah ketauhidan yang menjadi fitrah dasar semua insan.


D. DEPARTEMEN DAN DIVISI-DIVISI
Rumah Fitrah al-Baitul Hanif memiliki tiga divisi:
1.DEPARTEMEN PENYAMBUTAN/PERAYAAN
        a. Program Kado untuk Buah hati
        b. Divisi Advokasi bayi yang terlahir tanpa Ibu Asuh dari keluarga muslim 
      Divisi Advokasi sedang berbenah diri dan mempersiapkan dukungan bagi program-  programnya.
  
2.DEPARTEMEN PENDIDIKAN memiliki 2 divisi:
        a.Divisi Taman Pendidikan al-Qur`an
        b.Divisi Kuliah Tauhid  

3.DEPARTEMEN DAKWAH
        a.Divisi Pengajian Keluarga Muda
        b.Divisi Buletin  Dakwah Keluarga Hanif
        c. Divisi Situs Dakwah Keluarga Hanifa  


Divisi Situst Dakwah sedang berbenah diri untuk membuka web. Site resmi bagi Rumah Fitrah.

E. HARAPAN DAN DUKUNGAN 
Kami berharap Rumah Fitrah al-Baitul Hanif dapat menjadi salah satu mitra untuk mengaplikasikan amal salih. Dengan kesadaran mulia yakni tetap menjaga  fitrah iman dan agama di tengah-tengah kehidupan ummat, kami mengajak kita bersama bergandeng tangan bahu-membahu menunaikan agenda kebutuhan ummat tersebut.

Kunjungi alamat kami 
Rumah Fitrah al-Baitul Hanif: 
Jl. Balam, Gg. Ruhama, no.2  Sei Sikambing B Medan.     
Mobile : 085262016951 – 085262016953     

Semoga Allah senantiasa melimpahkan pertolongan-Nya bagi hamba yang menolong agama-Nya…  Salam Ukhuwah!           
                

                                                           Ttd
                                            Pimpinan Pelaksana,

                       

                                  
                                    Ina Zainah Nasution, S.Sos.I
 

Baca Selengkapnya ....